Senin, 26 Agustus 2013

Obrolan sore hari: Erik Prasetya


Minggu lalu, gue bertemu salah seorang fotografer yang paling berpengaruh di Indonesia, Erik Prasetya. Never thought in my mind I could finally meet him in person! Sebenarnya pertemuan ini hanya sekedar MOU untuk lomba fotografi FISIPERS Days, tapi ternyata obrolan kami menyerempet sampai ke berbagai hal. Mulai dari kerjaan, literatur, fotografi, kampus, hingga kesehatan.
Ngobrol sama orang yang sudah diidolakan sejak lama emang ngebuat gue nggak bisa konsen, rasanya ada sejuta pertanyaan diluar konteks yang ingin ditanyain, tapi untungnya Pak Erik dengan sabar menjawab pertanyaan gue satu persatu setelah urusan MOU selesai (hehe thank you, Pak!).
Alumnus ITB jurusan Pertambangan ini mengaku mulai menekuni street photography sejak tahun 70an, “Street photography? Saya sih nggak usah repot-repot, cukup di Jakarta saja.” Setuju banget! Dengan multikuturalnya Ibu kota kita ini, akan terdapat banyak objek yang bisa diambil. Nggak heran, Erik Prasetya jugalah yang menjadi pelopor Street Photography di Indonesia.
Berhubung gue juga mulai mencoba terjun di Street Photography, gue pun curhat tentang susahnya melakoni aksi turun ke jalanan ini. Dengan kamera seukuran SLR, orang-orang seringkali sadar kamera duluan. Akhirnya, foto yang dihasilkan pun tidak sesuai harapan. Pak Erik pun menjawab dengan santai, beliau mengaku tidak pernah membidik foto layaknya orang mengambil foto. Trus gimana dong, Pak? “Ya sambil berlutut, sambil melipat tangan, macam-macam deh,” tuturnya sambil tertawa dan memperlihatkan kamera mungil professionalnya (as pictured below).

(source: Whiteboard Journal)

Kesulitan yang dihadapinya adalah sulitnya bertahan di jalanan, apalagi kalau bukan karena polusi yang kian hari kian merebak. Ia mengaku harus jogging seminggu tiga kali untuk mengimbangi kegiatan memotretnya di jalanan-jalanan Jakarta setiap sore hari.
Di penghujung obrolan, gue pun (dengan malu-malu) mengaku kepingin banget ikut workshop dia, tapi sayang biayanya emang nggak sejalan dengan kantong mahasiswa, haha! Dia pun dengan senang hati mengajak gue untuk hunting foto bareng, and I was like, Whaaat? Seriously?!! HAHA *overexcited*
Overall, ngobrol sama dia bener-bener santai, asik, dan tentunya bikin semangat ngehasilin karya-karya lagi. Well, looking forward to talk to you again, Pak Erik!

Tidak ada komentar: